16th
berbicara dengan jari
Berbicara itu mudah, dari anak kecil hingga orang dewasa, mereka telah di karuniai kesempatan untuk salin berinteraksi belajar dan mempratekan langsung dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Tapi kadang bila kita diberi kesempatan untuk mengutarakan isi hati kita, akan terjadi kebekuan waktu atau berhenti sejenak. karena seolah semua kata yg akan di lepaskan berantakan dan ketika akan di atur ulang mereka menjadi rancu dan kaku. Hingga akhirnya tak ada kata yg keluar dari kepala kita karena semuanya saling tindih saling tumpuk dan saling bertabrakan.
Hari ini aku sangat ingin sekali mengungkapkan apa yg menjadi kericuhan di kepalaku, tapi aku begitu takut, begitu kikuk bagaimana dan apa yg harus aku sampaikan. Ingin sekali semua menjadi indah seperti dalam cerita-cerita lama itu. tapi kenyataan tetaplah kenyataan, sesuatu yg kita alami di hidup kita tp kadang terlalu aneh untuk di utarakan.
Tapi, di akhir tulisan yang kurang sempurna ini, aku akan berdoa. semoga kerumitan itu cuma ada di kpalaku dan bukan di hidupku. semoga jalan ini adalah jalan terbaik. untuk aku dan masa depanku serta masa depan orang-orang di sekitarku. Terima kasih tuhan, atas semua keindahan yang telah engkau berikan selama ini, semoga semua akan kembali indah.
amin
r